let's be the greeners!

Pekanbaru 8 SHS loves ENVIRONMENT!

Senin, 28 November 2011

Solusi Permasalahan Lingkungan : Banjir Bandang Terjang Kampar Kiri Hulu

Akibat hujan yang mengguyur terus, Jumat (25/11/11) dini hari sekitar pukul 02.30 Wib banjir bandang menerjang wilayah Kampar Kiri Hulu hingga merendamkan 6 desa dan 3 warga diduga hilang dan 1 orang sudah ditemukan menjadi mayat.
11 rumah yang hanyut itu terdiri dari 6 rumah warga yang berada di Desa Aur Kuning, 4 rumah milik warga di Desa Songgan dan 1 rumah warga Desa Beringin Jaya. Sementara ini dikabarkan 3 orang warga hilang dan 1 orang warga penyadap karet sudah ditemukan, namun belum diketahui secara pasti identitasnya karena untuk berkomunikasi terganggu dengan signal. “Banjir bandang ini datang dari anak sungai Hulu Bauik yang meluap sekuragnya 6 desa yakni Desa Gema, Desa Aur Kuning, Desa Songgan, Desa Gajah Bertalut, Desa Subayang dan Desa Pulau Pencong”, kata Dodi Ketua Pemuda Kampar Kiri yang juga Ketua DKK (Dewan Kesenian Kampar Kiri) yang dihubungi via selulernya.
Selain itu banjir ini merendamkan kantor Desa Desa Aur Kuning dan jembatan gatung Desa Aur Kuning dari dasar air dalam kondisi normal setinggi 12 meter, akibatnya aktivitas warga terhenti bahkan untuk akses ke lokasi banjir belum bisa dan sampai sekarag hujan masih terus turun, jelas Dodi.
Kerugian lain yang dialami warga akibat bajir kiriman itu selain harta benda milik warga, sejumlah kebun sayur milik warga dan hasil panen karet milik warga yang disimpan di Anak Sungai Hulu Bauik berkisar 60 ton hanyut terbawa arus sungai.
SOLUSI
  • Preventif
  1. Membuang sampah pada tempatnya
  2. Menghilangkan kebiasaan membuang sampah ke sungai
  3. Membuat lubang biopori
  • Kuratif
  1. Mengadakan gotong royong secara rutin untuk membersihkan lingkungan sekitar
  2. Mengurangi jumlah sampah yang ada dengan cara mendaur ulang
  • Rehabilitatif
  1. Mengangkut sampah-sampah yang masih ada disekitar sungai
  2. Memperbaiki keadaan sungai yang telah rusak oleh sampah
  3. Menanam tumbuh-tumbuhan di sepanjang tepi sungai
  • Promotif
  1. Mengadakan penyuluhan di tengah-tengah masyarakat tentang bahaya membuang sampah sembarangan
  2. Menanamkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan
  3. Melatih masyarakat agar mampu mendaur ulang sampah-sampah
  4. Menggalakan program 8R (Reuse, Reduce, Recycle, Replant, Respect, Rethink, Repair, Refuse)
source:

Videoclip Mars PLH SMA Negeri 8 Pekanbaru

Minggu, 27 November 2011

Tafsiran Mars PLH SMA Negeri 8 Pekanbaru

Tuhan ciptakan alam nan indah
Manusia penerima amanah
Wahana karya bernilai ibadah
Ambil manfaat jangan serakah
 Tuhan telah menciptakan alam dengan keadaan yang sangat indah, kita sebagai manusia harus menjaga keindahan alam yang telah diciptakanNya, mengambil segala manfaat yang ada di alam, tanpa harus merusaknya dan tetap mementingkan kepentingan keselamatan alam daripada kepentingan pribadi. Jangan merusak alam untuk kepentingan pribadi atau kelompok, karena itu dapat merugikan seluruh kehidupan di alam.
Karya agungNya teramat luhur
Semua makhluk hidup makmur
Amal berkah tumbuh subur
Jagad raya sujud syukur
Tuhan mencipttakan alam semesta dengan tujuan yang sangat baik, yaitu untuk menghidupi makhlukNya dengan makmur dan sejahtera. Dengan ikut berpartisipasi menjaga dan merawat alam, kita sudah termasuk melakukan kegiatan amal, karena kita sudah berusaha untuk merawat alam demi kesejahteraan makhlukNya yang lain. Yang dimaksud dengan berkah disini adalah dampak positif dari kegiatan kita sebagai penyelamat alam. Kita mendapat pahala, dan bumi pun semakin sehat!
BUMA BUHA MATA
Buka mata buka hati
Memelihara alam titipan Allah (2x)
Dalam memelihara alam ciptaan Tuhan, kita sebagai makhlukNya harus membuka mata dan membuka hati. Membuka mata maksudnya adalah kita harus meliht dan menyadari bagaimana kondisi lingkungan atau alam yang ada di sekitar kita. Membuka hati maksudnya adalah bukan hanya melihat dan menyadari, tapi juga turur ambil bagian dalam tindakan penyelamatan alam.
Jagalah mata, jagalah hati
Ayunkan tangan, langkahkan kaki
Memelihara alam titipan Illahi
Cermin insan khalifah fil ardhi
 Tetaplah menjaga mata dan hati, tetaplah peduli dengan lingkungan, tetaplah menjadi penyelamat lingkungan, tetap memelihara alam, dan menjadi pemimpin atau pelopor suatu gerakan yang menyelamatkan lingkungan.
Karena ulah tangan manusia
Darat dan laut rusak binasa
Warisan anak cucu tak tersisa
Bencana alam dimana-mana
Manusia yang menjaga alam, namun manusia jugalah yang dominan berperan sebagai perusak alam. Karena ulah tangan manusia bumi menjadi hancur. Akibatnya adalah alam yang akan menjadi tempat hidup para generasi selanjutnya telah rusak karena bencana alam.
BUMA BUHA MATA
Buka mata buka hati
Memelihara alam titipan Allah (2x)
Jagalah mata, jagalah hati
Ayunkan tangan, langkahkan kaki
Memelihara alam titipan Illahi
Cermin insan khalifah fil ardhi

Jiwa siswa SMA 8
Dan pendidikan lingkungan hidup
Ecologycal Youth Environmental Source
Siswa peduli lingkungan hidup
Cermin insan khalifah fil ardhi... huuu... fil ardhi
Seiswa SMA Negeri 8 Pekanbaru yang telah mempelajari PLH, yang lebih tahu tentang bagaimana cara menghargai alam, harus menjadi generasi muda yang memanfaatkan sumber daya alam dengan baik tanpa harus merusak alam. Juga menjadi pelopor atau pemimpin dalam gerakan cinta lingkungan.

Kamis, 03 November 2011

Artikel LH : Lestarikan Lingkungan dengan Penghijauan

Kerusakan lingkungan terjadi di depan mata. Hal ini tentu berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Penghijauan diharapkan dapat menjadi salah satu alternative dalam menata kembali dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.
Disadari atau tidak, beragam bentuk kerusakan lingkungan terjadi di sekitar kita, seperti pencemaran udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas lingkungan akibat bencana alam, longsor, banjir, kebakaran hutan, serta krisis air bersih. Hal ini lama kelamaan akan dapat berdampak global pada lingkungan, khususnya bagi kesehatan masyarakat sendiri.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menata dan memelihara lingkungan, telah menimbulkan kemerosotan kualitas kelestarian alam. Maka, tidaklah berlebihan jika gerakan ramah lingkungan pun harus selalu digalakkan.

Masalah lingkungan yang tak pernah henti menjadi sorotan adalah banjir. Di Jakarta, hujan tingkat sedang saja bias menimbulkan genangan air, dan bila berlangsung lama, maka genangan tersebut berubah menjadi banjir. Banyak hal penyebab banjir, salah satu dan yang paling utama adalah kerusakan lingkungan, kurangnya lahan penyerapan air, dan sampah yang tidak terurus dengan benar.

Penghijauan lingkungan adalah solusi utama untuk mengatasi banjir dan kerusakan lingkungan lainnya. Selain berfungsi sebagai area resapan air dan ruang interaksi social, ruang terbuka hijau semakin penting artinya dalam mendukung program Go Green dalam rangka mengatasi pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) yang dialami bumi kita, sekarang ini.

Selain itu penghijauan juga berperan sebagai paru-paru kota dan menyerap polusi udara, terutama gas emisi CO2 yang konsentrasinya semakin menumpuk di atmosfer bumi sehingga membentuk lapisan yang menyebabkan suhu di bumi semakin panas.  Logikanya, semakin banyak orang yang melakukan penghijauan, maka akan semakin besar “paru-paru” bumi yang dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan.

Pemerintah sudah menggalakkan penghijauan sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini menyadarkan kita semua bahwa peran penghijauan sangatlah penting. Diharapkan, semua orang tergerak untuk berpartisipasi dalam gerakan Go Green ini, sehingga kelestarian bumi tempat kita tinggal ini semakin terjaga.

Sebenarnya mudah saja melakukan gerakan penghijauan. Mulailah dari lingkungan tempat tinggal kita. Walaupun kecil atau bahkan tidak punya area untuk memelihara taman, pastikan rumah kita memiliki tanaman. Siang hari, tanaman akan menghisap CO2 sehingga udara akan semakin segar. Malam hari, keluarkan tanaman dari rumah, agar kita tidak berebut oksigen, dan tanaman pun dapat menghirup udara bebas. Selain turut berpartisipasi melakukan gerakan penghijauan, rumah pun akan terlihat lebih indah dengan adanya pohon dan tanaman rindang. 

source : BetterHealth