let's be the greeners!

Pekanbaru 8 SHS loves ENVIRONMENT!

Tampilkan postingan dengan label K3LH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label K3LH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Hazard K3LH : Dokter Anak (Dr. Afriyan Wahyudhi, SpA, M. Kes)

Lokasi pekerjaan : Eka Hospital Pekanbaru



Hazard Dokter Anak

1.       Analisa Risiko
Daftar kemungkinan dan konsekuensi dari bahaya pekerjaan

Hazard & Kemungkinan yg terjadi
Risiko
Konsekuensi
Faktor fisik
·         Ruang periksa yang sempit
·         Tata letak barang yang terlalu padat
·         Suhu udara yang terlalu dingin

·         Ruang gerak terbatas
·         Tubuh mudah kedinginan

·         Mudah lelah
·         Kulit menjadi kering
Faktor Biologis
·         Virus
·         Bakteri

·         Terinfeksi virus atau bakteri dari pasien

·         Kondisi badan menjadi tidak sehat
Faktor ergonomic
  •         Kaki tertekuk di depan meja computer
  •         Sandaran kursi yang kurang nyaman


·         Pegal-pegal

·         Gerak tidak leluasa
·         Mudah lelah
·         Leher menjadi pegal
Faktor Psikososial
·         Kritik dari pasien apabila kurang cocok memberi obat

·         Stress

·         Pusing
·         Beban pikiran


2.       Bentuk analisa semikualitatif

Tingkat Keparahan
Kemungkinan Terjadi
Jarang Terjadi
(1)
Kurang mungkin terjadi (2)
Mungkin terjadi
(3)
Sangat Mungkin terjadi (4)
Hampir Pasti terjadi
(5)
(1)
Tidak ada pengaruh
(2)
Pengaruh sangat ringan
Kritik pasien apabila kurang cocok memberi obat (4)

Kaki pegal karena terus tertekuk (10)
(3)
Pengaruh ringan
Dokter mengalami cepat lelah (9)
.
(4)
Pengaruh serius
Dokter terinfeksi virus atau bakteri dari pasien (16)
Dokter mengalami kerusakan mata akibat terlalu sering berhadapan dengan monitor computer (20)
(5)
Pengaruh fatal


3.       Evaluasi Risiko
Dari tabel analisa semikualitatif ditentukan prioritas risiko sebagai berikut:
NO.
HAZARD
SCORE
TAFSIRAN
1.
Kaki dokter mengalami pegal-pegal karena terus tertekuk

10
·         Hampir pasti terjadi
·         Pengaruh sangat ringan
2.
Kritik dari pasien apabila dokter salah menganalisa penyakit

4
·         Kurang mungkin terjadi
·         Pengaruh sangat ringan
3.
Dokter mengalami cepat lelah

9
·         Mungkin terjadi
·         Pengaruh Ringan
4.
Dokter mengalami kerusakan mata akibat terlalu sering berhadapan dengan monitor computer

20
·         Hampir pasti terjadi
·         Pengaruh serius
5.
Dokter terinfeksi virus atau bakteri dari pasien

16
·         Sangat mungkin terjadi
·         Pengaruh serius


4.       Pengendalian Risiko

NO.
HAZARD
PENGENDALIAN
1.
Kaki pegal karena terus ditekuk
Mengganti meja dengan yang lebih nyaman
2.
Kritik dari pasien apabila dokter salah menganalisa penyakit
Meningkatkan ketelitian dalam menganalisis penyakit pasien
3.
Dokter mengalami cepat lelah
Memperluas tempat praktek
4.
Dokter mengalami kerusakan mata akibat terlalu sering berhadapan dengan monitor computer
Mengurangi aktivitas di depan monitor computer; apabila sudah terlanjur, segera menggunakan kacamata
5.
Dokter terinfeksi virus atau bakteri dari pasien
Meningkatkan system imun tubuh

Sabtu, 22 Oktober 2011

Artikel : Cuci Tangan Cegah Infeksi Nosokomial

Cuci tangan sudah dikenal sebagai cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran infeksi sejak tahun 1840. Dr. Ignaz Semmelweis yang bertugas sebagai asisten di bangsal kebidanan rumah sakit di Wina, Austria, mengamati bahwa angka kematian di bangsal bersalin yang dikelola oleh dokter lebih tinggi daripada yang dikelola para bidan. Dari observasi yang dilakukannya, didapati bahwa para mahasiswa kedokteran tidak mencuci tangan setelah pelajaran otopsi (bedah mayat), melainkan langsung menuju bangsal bersalin. Sangat besar kemungkinannya bahwa tangan para mahasiswa tersebut membawa kuman.

Kuman paling mudah berpindah melalui tangan, oleh karena itu kebersihan tangan maupun kulit sangat penting dijaga. Menjaga kebersihan tangan dan kulit, berarti membantu diri dari lingkungan terhindar dari infeksi nosokomial. Infeksi nosokomial adalah penyebaran atau penularan penyakit saat seseorang dirawat di rumah sakit.

Kelihatannya sepele, namun cuci tangan merupakan cara ampuh untuk mencegah penyebaran penyakit. Tidak hanya yang sakit, mereka yang sehat dan para ahli kesehatan pun harus menyadari pentingnya menjaga kebersihan tangan dan kulit dengan cara rajin cuci tangan.

source: Betterhealth. Agustus - Oktober 2011